Dokter Spesialis Penyakit Dalam Grobogan, Berikut Pilihannya

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Grobogan, Berikut Pilihannya

Sobat, talasemia merupakan salah satu penyakit kelainan darah yang cukup banyak dijumpai, terutama di wilayah dengan angka pembawa sifat talasemia yang tinggi. Dokter spesialis penyakit dalam Grobogan menjelaskan bahwa meski tidak menular, talasemia dapat berdampak serius pada kesehatan apabila tidak dikenali sejak dini.

Untuk itu, memahami penyebab talasemia menjadi langkah awal yang penting agar Sobat bisa lebih waspada dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat.

Apa Itu Talasemia?

Talasemia adalah kelainan darah yang terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin secara normal. Hemoglobin sendiri merupakan komponen penting dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Ketika hemoglobin tidak terbentuk dengan baik, tubuh akan mengalami kekurangan sel darah merah sehat, yang pada akhirnya memicu anemia kronis. Penyakit ini terbagi menjadi dua tipe utama, yaitu talasemia alfa dan talasemia beta, tergantung dari bagian rantai hemoglobin mana yang mengalami kelainan.

Tingkat keparahannya pun bervariasi, mulai dari yang ringan hingga berat, dan biasanya ditentukan oleh jenis mutasi genetik yang dibawa seseorang.

Penyebab Utama Talasemia

Sobat perlu mengetahui bahwa talasemia adalah penyakit yang disebabkan oleh faktor genetik, bukan hasil dari pola hidup, infeksi, maupun lingkungan. Berikut penyebab utamanya:

1. Mutasi Genetik dari Orang Tua

Penyebab utama talasemia adalah mutasi pada gen pembentuk hemoglobin. Mutasi inilah yang menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin dengan optimal. Dokter spesialis penyakit dalam Grobogan menuturkan bahwa mutasi tersebut diwariskan dari orang tua kepada anak melalui pola pewarisan autosomal resesif. Artinya:

  • Bila kedua orang tua membawa sifat talasemia, peluang anak untuk lahir dengan talasemia berat mencapai 25%.
  • Bila hanya salah satu orang tua membawa sifat, anak mungkin menjadi pembawa sifat (carrier) tanpa gejala, tetapi tetap berpotensi mewariskan gen tersebut kepada keturunannya kelak.
  • Bila tidak ada riwayat gen talasemia pada kedua orang tua, maka anak tidak akan mengidap talasemia.

2. Perkawinan Sesama Pembawa Sifat Talasemia

Sobat, salah satu faktor yang meningkatkan risiko kelahiran anak dengan talasemia mayor adalah pernikahan antara sesama carrier talasemia. Banyak pasangan tidak menyadari bahwa mereka membawa sifat ini karena biasanya pembawa sifat tidak menunjukkan gejala apa pun.

Oleh karena itu, pemeriksaan skrining pranikah sangat dianjurkan untuk mendeteksi potensi risiko sebelum memiliki keturunan.

3. Riwayat Talasemia dalam Keluarga

Jika di dalam keluarga terdapat anggota yang mengidap talasemia, peluang Sobat atau saudara lainnya menjadi pembawa sifat juga menjadi lebih besar. Talasemia sering ditemukan dalam keluarga karena sifatnya yang diturunkan antar generasi.

4. Faktor Etnis dan Wilayah Tinggal

Beberapa wilayah dan kelompok etnis memiliki prevalensi pembawa sifat talasemia yang lebih tinggi. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada populasi dari Asia Selatan, Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika, serta wilayah Mediterania.

Indonesia, termasuk beberapa provinsi seperti Jawa Barat, Sumatera, dan Sulawesi, tercatat memiliki tingkat pembawa sifat talasemia yang cukup tinggi.

Bisakah Talasemia Dicegah?

Meskipun talasemia tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, kabar baiknya adalah talasemia dapat dicegah, Sobat. Pencegahan dapat dilakukan melalui:

  • Skrining darah pranikah untuk mengetahui apakah calon pasangan adalah pembawa sifat talasemia.
  • Konseling genetika bagi pasangan yang sama-sama carrier.
  • Pemeriksaan HbA2 dan elektroforesis hemoglobin untuk memastikan status talasemia.

Program pemeriksaan ini sangat bermanfaat dalam mencegah kelahiran anak dengan talasemia mayor, yaitu kondisi talasemia yang membutuhkan transfusi darah rutin sepanjang hidup.

Sobat, memahami penyebab talasemia adalah langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini. Karena berasal dari faktor genetik, deteksi dini dan pemeriksaan pranikah menjadi kunci utama untuk mencegah penularannya ke generasi berikutnya.

Info Praktek Dokter Spesialis Penyakit Dalam Grobogan

1. dr. Selvandega Widi Pramana, Sp. PD

Jika Sobat ingin berdiskusi lebih lanjut mengenai talasemia, Sobat bisa bertemu dengan dokter Selvandega. Beliau merupakan dokter spesialis penyakit dalam Grobogan yang sedang praktek di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug dengan jadwal berikut ini:

  • Senin – Kamis: 08.00 – 14.00
  • Jumat: 08.00 – 11.00
  • Sabtu: 08.00 – 12.30

Bagi Sobat yang ingin melakukan pendaftaran, Sobat bisa menghubungi WA admin di 0852-9282-3886.

2. dr. Aris Joko Purwanto, Sp. PD

Dokter penyakit dalam di Grobogan yang bisa Sobat andalkan selanjutnya adalah dokter Aris. Saat ini, beliau praktek di RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo pada setiap Selasa pukul 07.30 – 13.00 WIB dan Sabtu pukul 07.30 – 11.30 WIB. Apabila masih ada pertanyaan, Sobat bisa menghubungi CS di 0851-0270-3030.

Demikianlah pembahasan tentang dokter spesialis penyakit dalam yang bertugas di Grobogan. Yuk, dapatkan lebih banyak informasi penting mengenai jadwal dokter spesialis yang lain dengan mengakses situs britaraya.com! Salam sehat.

Recommended For You

About the Author: Redaksi Britaraya

Britaraya.com adalah web berita terpercaya, memuat informasi bermanfaat dari berbagai sumber terpercaya. Temukan juga beragam tips hanya disini.

Tinggalkan Balasan