Sobat, pernahkah merasakan sensasi jantung seperti berhenti sesaat, lalu berdetak kembali dengan lebih kuat atau tidak beraturan? Dokter spesialis jantung Banyumas menyebutkan bahwa kondisi ini sering membuat panik karena berkaitan langsung dengan organ vital tubuh.
Meski tidak selalu berbahaya, jantung terasa berhenti sejenak bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu yang tidak boleh diabaikan. Secara medis, sensasi ini sering dikaitkan dengan aritmia, yaitu gangguan irama jantung. Namun, penyebabnya sangat beragam, mulai dari faktor ringan hingga kondisi serius yang membutuhkan penanganan dokter.
Penyebab Jantung Terasa Berhenti Sejenak yang Perlu Diwaspadai
1. Detak Jantung Prematur (Palpitasi)
Salah satu penyebab paling umum jantung terasa berhenti sejenak adalah detak jantung prematur, baik dari serambi (atrium) maupun bilik jantung (ventrikel). Detak ini muncul lebih cepat dari seharusnya, lalu diikuti jeda singkat sebelum jantung kembali berdetak normal.
Jeda inilah yang sering dirasakan Sobat sebagai jantung “berhenti”. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, terutama jika jarang terjadi dan tidak disertai gejala lain.
2. Stres dan Kecemasan Berlebihan
Sobat, stres emosional dan kecemasan dapat memengaruhi sistem saraf yang mengatur detak jantung. Saat stres, tubuh melepaskan hormon adrenalin yang dapat memicu detak jantung tidak teratur.
Akibatnya, jantung bisa terasa berdebar, melompat, atau seolah berhenti sesaat. Pada sebagian orang, serangan panik juga dapat menimbulkan sensasi serupa, meskipun jantung sebenarnya tidak benar-benar berhenti.
3. Konsumsi Kafein dan Nikotin
Minuman berkafein seperti kopi, teh, minuman energi, serta kebiasaan merokok dapat merangsang jantung berdetak lebih cepat atau tidak teratur. Pada individu yang sensitif, kafein dan nikotin dapat memicu aritmia ringan yang menimbulkan sensasi jeda pada detak jantung.
Jika Sobat sering mengalami jantung terasa berhenti setelah mengonsumsi kafein, dokter spesialis jantung Banyumas menyarankan untuk mulai membatasi asupannya.
4. Kurang Tidur dan Kelelahan
Kurang tidur dan kelelahan fisik juga dapat mengganggu irama jantung. Saat tubuh terlalu lelah, keseimbangan elektrolit dan sistem saraf bisa terganggu sehingga memicu detak jantung tidak stabil. Sobat yang memiliki aktivitas padat dan sering begadang lebih berisiko mengalami keluhan ini.
5. Gangguan Elektrolit dalam Tubuh
Elektrolit seperti kalium, natrium, dan magnesium berperan penting dalam mengatur impuls listrik jantung. Ketidakseimbangan elektrolit, akibat dehidrasi, muntah, diare, atau penggunaan obat tertentu dapat menyebabkan jantung terasa berhenti sejenak. Oleh karena itu, menjaga kecukupan cairan dan nutrisi sangat penting untuk kesehatan jantung.
6. Efek Samping Obat-obatan
Beberapa jenis obat, seperti obat flu, obat asma, obat tekanan darah, hingga suplemen tertentu, dapat memengaruhi irama jantung. Efek samping ini bisa menimbulkan sensasi jantung berdetak tidak normal atau berhenti sesaat.
Sobat disarankan membaca aturan pakai obat dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika muncul keluhan setelah mengonsumsi obat tertentu.
Kapan Harus ke Dokter?
Sobat perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika sensasi jantung terasa berhenti sejenak disertai:
- Pusing atau hampir pingsan
- Nyeri dada
- Sesak napas
- Keringat dingin berlebihan
- Detak jantung tidak teratur yang sering kambuh
Jantung terasa berhenti sejenak memang sering menimbulkan rasa takut, namun tidak selalu berbahaya. Penyebabnya bisa berasal dari stres, kelelahan, konsumsi kafein, hingga gangguan irama jantung. Meski demikian, Sobat tetap perlu waspada dan tidak mengabaikan keluhan yang muncul berulang atau disertai gejala serius.
Info Praktek Dokter Spesialis Jantung di Banyumas
1. dr. Carina Adriana, Sp.JP., FIHA
Salah satu dokter spesialis jantung Banyumas yang bisa Sobat andalkan adalah dokter Carina. Beliau sekarang sedang bertugas di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dengan jadwal setiap Senin, Selasa, Rabu, dan Jumat. Informasi lebih detail mengenai jadwal beliau bisa Sobat peroleh dengan menghubungi CS di (0281) 632708.
Selain itu, dokter Carina juga melayani pasien di RS JIH Purwokerto pada setiap Senin dan Rabu (19.00 – 21.00 WIB), Selasa dan Kamis (15.30 – 18.00 WIB), serta Jumat (16.00 – 18.00 WIB). Untuk informasi lebih lanjut terkait layanan beliau, Sobat dapat menghubungi admin di 0811-2838-883.
2. dr. Mohammad Suryantoro, Sp.JP
Rekomendasi dokter jantung di Banyumas yang selanjutnya adalah dokter Suryantoro. Saat ini, beliau sedang praktek di RSU Hermina Purwokerto pada setiap Selasa pukul 17.30 – 18.30 WIB dan Kamis pukul 17.00 – 18.00 WIB. Sobat dapat menghubungi call centre 1500-488 apabila masih memiliki pertanyaan mengenai layanan beliau.
Tidak hanya itu, dokter Suryantoro juga membuka layanan di RSUD Banyumas dengan jadwal Jumat dan Sabtu di Klinik Jantung 1, serta Rabu dan Kamis di Klinik Jantung 2. Untuk informasi lebih detail mengenai jadwal pelayanan beliau, Sobat dapat menghubungi CS di 0811-2622-009.
Demikianlah pembahasan tentang dokter spesialis jantung yang bertugas di Banyumas. Yuk, dapatkan informasi lebih banyak terkait jadwal dokter spesialis yang lain dengan mengakses situs britaraya.com! Salam sehat.
