Rekomendasi Praktek Dokter Spesialis Penyakit Dalam Kendal

Rekomendasi Praktek Dokter Spesialis Penyakit Dalam Kendal

Asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan kondisi yang cukup sering dialami oleh banyak orang. Dokter spesialis penyakit dalam Kendal menuturkan bahwa keluhan seperti nyeri ulu hati, dada terasa panas, mual, hingga rasa asam di mulut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sayangnya, tanpa disadari, ada berbagai kebiasaan dan faktor tertentu yang justru memperburuk kondisi pasien asam lambung. Oleh karena itu, penting bagi Sobat untuk memahami apa saja hal yang perlu dihindari agar gejala tidak semakin parah.

Hal-Hal yang Memperburuk Kondisi Pasien Asam Lambung yang Perlu Diwaspadai

1. Pola Makan Tidak Teratur

Salah satu penyebab utama memburuknya asam lambung adalah pola makan yang tidak teratur. Melewatkan waktu makan atau makan terlalu larut malam dapat memicu produksi asam lambung berlebihan. Saat lambung kosong terlalu lama, asam yang dihasilkan dapat mengiritasi dinding lambung.

Sebaliknya, makan dalam porsi terlalu besar juga berisiko menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Idealnya, Sobat dianjurkan untuk makan secara teratur dengan porsi kecil tetapi lebih sering.

2. Konsumsi Makanan dan Minuman Pemicu

Beberapa jenis makanan dan minuman diketahui dapat memperburuk gejala asam lambung. Di antaranya adalah makanan pedas, berlemak tinggi, gorengan, makanan asam, cokelat, serta minuman berkafein seperti kopi dan teh. Minuman bersoda juga dapat meningkatkan tekanan di lambung sehingga memicu refluks asam.

Selain itu, alkohol termasuk salah satu pemicu utama yang dapat melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan. Jika Sobat memiliki riwayat asam lambung, sebaiknya konsumsi makanan dan minuman tersebut dibatasi atau dihindari.

3. Kebiasaan Langsung Berbaring Setelah Makan

Kebiasaan langsung berbaring atau tidur setelah makan merupakan kesalahan yang sering dilakukan. Posisi tubuh yang datar memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan, terutama jika katup lambung tidak bekerja optimal.

Idealnya, Sobat menunggu setidaknya 2–3 jam setelah makan sebelum berbaring. Jika ingin beristirahat, posisi duduk atau setengah bersandar jauh lebih aman bagi penderita asam lambung.

4. Stres Berlebihan dan Kelelahan

Dokter spesialis penyakit dalam Kendal menyebutkan bahwa stres tidak secara langsung meningkatkan produksi asam lambung, tetapi dapat memperburuk persepsi nyeri dan memperparah gejala yang dirasakan. Saat stres, tubuh memproduksi hormon tertentu yang dapat memengaruhi sistem pencernaan, termasuk memperlambat pengosongan lambung.

Kurang tidur dan kelelahan fisik juga dapat memperburuk kondisi asam lambung. Oleh sebab itu, pengelolaan stres dan istirahat yang cukup menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan lambung.

5. Kebiasaan Merokok

Merokok merupakan faktor risiko yang signifikan bagi pasien asam lambung. Nikotin dalam rokok dapat melemahkan otot sfingter esofagus bagian bawah, yaitu katup yang mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

Selain itu, merokok juga dapat mengurangi produksi air liur yang berfungsi menetralkan asam. Bagi Sobat yang menderita asam lambung, menghentikan kebiasaan merokok dapat memberikan dampak positif yang besar terhadap perbaikan gejala.

6. Penggunaan Obat Tertentu Tanpa Pengawasan

Beberapa jenis obat, seperti obat pereda nyeri golongan NSAID, aspirin, dan obat tertentu lainnya, dapat mengiritasi lambung jika digunakan tanpa pengawasan dokter. Penggunaan obat-obatan tersebut dalam jangka panjang dapat memperparah peradangan pada dinding lambung.

Sobat sebaiknya selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi obat, terutama jika memiliki riwayat gangguan asam lambung.

Dengan mengenali hal-hal yang dapat memperburuk asam lambung, Sobat dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat untuk menjaga kualitas hidup tetap optimal. Jika gejala asam lambung terus berulang atau semakin berat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Info Praktek Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Kendal

1. dr. Rachmat Riadi, Sp. PD

Salah satu dokter spesialis penyakit dalam Kendal yang bisa Sobat andalkan untuk konsultasi adalah dokter Rachmat, Sp.PD. Beliau sekarang sedang praktek di RSI Muhammadiyah Kendal dengan jadwal setiap Senin sampai Jumat pukul 17.00 – 21.00 WIB.

Bagi Sobat yang masih memiliki pertanyaan terkait pelayanan beliau, Sobat dapat menghubungi CS di (0294) 641870/ 643756.

2. dr. Karina Wijayanti, Sp.PD

Rekomendasi dokter penyakit dalam di Kendal yang selanjutnya adalah dokter Karina, Sp.PD. Saat ini, beliau sedang bertugas di RSI Muhammadiyah 2 Kendal dengan jadwal setiap Senin sampai Sabtu pukul 16.00 – 20.00 WIB. Informasi lebih lanjut terkait layanan beliau, silahkan menghubungi admin di 0823-2422-0707.

Selain itu, dokter Karina juga melayani pasien di RSUD dr. H. Soewondo Kendal pada setiap Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat pukul 08.00 WIB – selesai. Jadwal tersebut bisa berubah kapan saja, Sobat perlu konfirmasi ulang melalui CS di 0899-5845-300.

Demikianlah pembahasan tentang dokter spesialis penyakit dalam yang bertugas di Kendal. Yuk, dapatkan lebih banyak informasi mengenai rekomendasi dan jadwal berbagai dokter spesialis yang lain dengan mengakses laman britaraya.com! Salam sehat.

Recommended For You

About the Author: Redaksi Britaraya

Britaraya.com adalah web berita terpercaya, memuat informasi bermanfaat dari berbagai sumber terpercaya. Temukan juga beragam tips hanya disini.

Tinggalkan Balasan